ARTIKEL
MEMBUAT ANAK MENCINTAI MATEMATIKA
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Karya Tulis Ilmiah
Dosen Pengampu : M. Rikza Chamami, M.SI.

Disusun Oleh :
NUR
LATIF BURHANUDIN
NIM :
113511087
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
WALISONGO
SEMARANG
2012
ANTARA BENCI, GALAU DAN CINTA MURID PADA
MATEMATIKA
Dalam dunia pendidikan pelajaran matematika sudah
menjadi materi pokok yang penting untuk diajarkan. Dari tingkat PAUD sampai
dengan perguruan Tinggi tidak bisa lepas dari materi yang bernama matematika.
Bahkan, matematika dijadikan sebagai tolok ukur kelulusan siswa dengan diujikan
dalam ujian nasional. Sehingga, siswa mau tidak mau, bisa tidak bisa harus menguasai
ilmu matematika karena menjadi salah satu pintu kelulusan menuju jenjang
sekolah lebih tinggi.
Sebagian besar anak baik dari tingkat dasar maupun
sampai tingkat perguruan tinggi masih mengganggap matematika sebagai musuh yang
menakutkan dan sangat dibenci bahkan menjadi galau ketika mendengar nama
matematika. Karena yang ada didalam benak mereka tentang matematika yaitu rumus
dan hapalan yang sangat membosankan. Selain itu masih ada anggapan yang
menyesatkan bahwa pelajaran matematika tidak akan ditanyakan di akhirat. Ini
yang sering membuat para siswa sudah antipati dengan matematika. Padahal dalam
kehidupan sehari – hari kita semua tidak bisa lepas dari matematika. Baik untuk
urusan dunia maupun urusan akhirat matematika sangat diperlukan.
Ada anggapan sebenarnya tidak ada anak yang tidak
bisa menerima pelajaran dalam bahasa kasar disebut bodoh akan tetapi yang ada
adalah kesalahan seorang pendidik dalam menyampaikan atau menjelaskan materi
pejalaran yang kurang bisa dipahami oleh anak. Metode yang sering digunakan
para pendidik adalah konvensional anak hanya mendengarkan penjelasan dari pendidik,
lalu latihan mengerjakan soal setelah itu dikasih pekerjaan rumah. Ini
sebenarnya yang membuat anak bosan dan membenci matematika.
Untuk itu permasalahan diatas harus dipecahkan
bagaimana siswa bisa dengan mudah mempelajari dan mencintai matematika. Serta
bisa mematahkan mitos bahwa matematika sulit dan bisa membikin galau. Salah satu cara untuk
membuat anak mencintai matematika yang pertama harus menghilangkan stigma
negatif tentang matematika itu sulit pada anak. Karena jika yang tertanam sejak awal tentang pola
pikir anak tentang matematika itu sulit akan sangat berbahaya, maka nantinya
anak akan benar – benar sulit memahami maupun mempelajari matematika. Jadi
seorang pendidik matematika harus menanamkan sejak awal bahwa matematika itu
mudah, menyenangkan, mengasyikan dan sangat berguna untuk kehidupan nantinya.
Memang harus diakui tidak mudah mengajarkan matematika
kepada anak, perlu kesabaran dan
metode yang pas untuk mengajarkan materi matematika yang sangat beragam agar
anak tidak bosan.
Kedua metode konvensional yang digunakan pendidik
harus dikolaborasikan dengan metode yang secara langsung melibatkan anak dalam
pembelajaran, yang nantinya anak bisa menyimpulkan sendiri tentang materi yang sedang dibahas. Jadi
disini bisa digali kemampuan anak dalam memecahkan suatu masalah dan peran
seorang pendidik tidak menjelaskan secara langsung tetapi mendampingi agar
tidak keluar dari kerangka pembelajaran yang ada. Maka dengan cara ini secara
tidak langsung nantinya anak akan mencintai matematika.
Ketiga seorang pendidik matematika harus
menyenangkan dan menarik agar anak bisa belajar dengan mengasyikan. Kesan
pendidik matematika galak, suka marah dan paling sering memberikan pekerjaan rumah
harus dihilangkan. Penampilan pendidik juga menjadi faktor yang berpengaruh
dalam membuat anak mencintai matematika, dengan penampilan yang menarik anak
sudah terkesan dengan pendidiknya, maka kesan guru matematika akan hilang. Karena
dengan penampilan anak juga akan terhipnotis untuk menyenangi guru dalam arti
suka dengan penampilan atau penyampaian pembelajaran yang kemudian anak akan mencintai
matematika.
Keempat gunakan alat peraga yang menarik, alat
peraga tidak harus membeli tapi juga hasil karya anak sendiri yang nantinya
bisa langsung digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam pembuatan alat peraga
yang dilakukan siswa nantinya siswa bisa bereksperimen dan menemukan rumus –
rumus matematika tanpa penjelasan yang detail dari seorang pendidik.
Metode pembelajaran yang inovatif dapat membuat
siswa belajar matematika dengan mudah dan menyenangkan. Ditambah dengan bantuan
alat peraga serta penampilan guru, siswa menjadi senang serta jauh dari
kebosanan. Dan akhirnya anak benar – benar mencintai matematika dengan setulus
hati tanpa keterpaksaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar