Selasa, 11 Desember 2012

Benci, Galau dan Cinta Matematika


ARTIKEL
MEMBUAT ANAK MENCINTAI MATEMATIKA
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Karya Tulis Ilmiah
Dosen Pengampu : M. Rikza Chamami, M.SI.
iain-walisongo1.jpg

Disusun Oleh :
NUR LATIF BURHANUDIN
NIM : 113511087

 

PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS  TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012
ANTARA BENCI, GALAU DAN CINTA MURID PADA MATEMATIKA
Dalam dunia pendidikan pelajaran matematika sudah menjadi materi pokok yang penting untuk diajarkan. Dari tingkat PAUD sampai dengan perguruan Tinggi tidak bisa lepas dari materi yang bernama matematika. Bahkan, matematika dijadikan sebagai tolok ukur kelulusan siswa dengan diujikan dalam ujian nasional. Sehingga, siswa mau tidak mau, bisa tidak bisa harus menguasai ilmu matematika karena menjadi salah satu pintu kelulusan menuju jenjang sekolah lebih tinggi.
Sebagian besar anak baik dari tingkat dasar maupun sampai tingkat perguruan tinggi masih mengganggap matematika sebagai musuh yang menakutkan dan sangat dibenci bahkan menjadi galau ketika mendengar nama matematika. Karena yang ada didalam benak mereka tentang matematika yaitu rumus dan hapalan yang sangat membosankan. Selain itu masih ada anggapan yang menyesatkan bahwa pelajaran matematika tidak akan ditanyakan di akhirat. Ini yang sering membuat para siswa sudah antipati dengan matematika. Padahal dalam kehidupan sehari – hari kita semua tidak bisa lepas dari matematika. Baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat matematika sangat diperlukan.
Ada anggapan sebenarnya tidak ada anak yang tidak bisa menerima pelajaran dalam bahasa kasar disebut bodoh akan tetapi yang ada adalah kesalahan seorang pendidik dalam menyampaikan atau menjelaskan materi pejalaran yang kurang bisa dipahami oleh anak. Metode yang sering digunakan para pendidik adalah konvensional anak hanya mendengarkan penjelasan dari pendidik, lalu latihan mengerjakan soal setelah itu dikasih pekerjaan rumah. Ini sebenarnya yang membuat anak bosan dan membenci matematika.
Untuk itu permasalahan diatas harus dipecahkan bagaimana siswa bisa dengan mudah mempelajari dan mencintai matematika. Serta bisa mematahkan mitos bahwa matematika sulit dan bisa membikin galau. Salah satu cara untuk membuat anak mencintai matematika yang pertama harus menghilangkan stigma negatif tentang matematika itu sulit pada anak. Karena jika yang tertanam sejak awal tentang pola pikir anak tentang matematika itu sulit akan sangat berbahaya, maka nantinya anak akan benar – benar sulit memahami maupun mempelajari matematika. Jadi seorang pendidik matematika harus menanamkan sejak awal bahwa matematika itu mudah, menyenangkan, mengasyikan dan sangat berguna untuk kehidupan nantinya. Memang harus diakui tidak mudah mengajarkan matematika kepada anak, perlu kesabaran dan metode yang pas untuk mengajarkan materi matematika yang sangat beragam agar anak tidak bosan.
Kedua metode konvensional yang digunakan pendidik harus dikolaborasikan dengan metode yang secara langsung melibatkan anak dalam pembelajaran, yang nantinya anak bisa menyimpulkan sendiri  tentang materi yang sedang dibahas. Jadi disini bisa digali kemampuan anak dalam memecahkan suatu masalah dan peran seorang pendidik tidak menjelaskan secara langsung tetapi mendampingi agar tidak keluar dari kerangka pembelajaran yang ada. Maka dengan cara ini secara tidak langsung nantinya anak akan mencintai matematika.
Ketiga seorang pendidik matematika harus menyenangkan dan menarik agar anak bisa belajar dengan mengasyikan. Kesan pendidik matematika galak, suka marah dan paling sering memberikan pekerjaan rumah harus dihilangkan. Penampilan pendidik juga menjadi faktor yang berpengaruh dalam membuat anak mencintai matematika, dengan penampilan yang menarik anak sudah terkesan dengan pendidiknya, maka kesan guru matematika akan hilang. Karena dengan penampilan anak juga akan terhipnotis untuk menyenangi guru dalam arti suka dengan penampilan atau penyampaian pembelajaran yang kemudian anak akan mencintai matematika.
Keempat gunakan alat peraga yang menarik, alat peraga tidak harus membeli tapi juga hasil karya anak sendiri yang nantinya bisa langsung digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam pembuatan alat peraga yang dilakukan siswa nantinya siswa bisa bereksperimen dan menemukan rumus – rumus matematika tanpa penjelasan yang detail dari seorang pendidik.
Metode pembelajaran yang inovatif dapat membuat siswa belajar matematika dengan mudah dan menyenangkan. Ditambah dengan bantuan alat peraga serta penampilan guru, siswa menjadi senang serta jauh dari kebosanan. Dan akhirnya anak benar – benar mencintai matematika dengan setulus hati tanpa keterpaksaan.

Review Book Pendidikan Neomodernisme



PENDIDIKAN NEOMODERNISME
( Telaah Pemikiran Fazlur Rahman )
RESENSI
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Karya Tulis Ilmiah
Dosen Pengampu : M. Rikza Chamami, M.SI.


Disusun Oleh :
NUR LATIF BURHANUDIN
NIM : 113511087



PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS  TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012
Judul Buku      : Pendidikan Neomodernisme (Telaah Pemikiran Fazlur Rahman)
Penulis             : M. Rikza Chamami, M.Si.
Editor              : Abu Rokhmad
Penerbit           : Walisongo Press
Tahun Terbit   : 2010
Tebal               : xvi + 224 halaman
ISBN               : 978 -062-97346

Neomoderisme pendidikan merupakan pembaharuan dalam pendidikan Islam sangat dibutuhkan sebab dengan pembaharuan siap bersaing dikancah dunia Internasional. Pandangan Islam yang hanya berpegang teguh pada Qur’an dan hadits yang dipahami secara tekstual saja akan menghambat perkembangan dunia pendidikan karena untuk itu diharapkan dari kalangan dunia pendidik bisa menerapkan Al Quran dan As Sunah bisa dipahami juga secara kontekstual karena keduanya bersifat Universal bisa diterima sampai kapanpun dan dimanapun.
Neomodernisme dan Pendidikan Islam saling berkaitan karena bagaimanapun Islam harus siap menghadapi perubahan dunia dan modernisasi jaman yang begitu cepat sehingga menuntut kemajuan dunia pendidikan yang menurut fazlur Rahman solusi untuk memajukan dunia pendidikan Islam harus tampil mengikuti zaman dan kaya akan keilmuan yang intelektual.
Dari riwayat hidup fazlur rahman dapat kita lihat bahwa betapa pentingnya tentang pendidkan terutama pendidikan keluarga yang nanti akan berguna bagi anak untuk menghadapi dunia nyata dan efektif membentuk watak dan karakter anak. Dalam lingkungan keluarga Fazlur Rahman ajaran agama diajarkan dengan disiplin tinggi sehingga dia mampu bertahan menghadapi bermacam peradaban dan tantangan didunia modern.
Pendidikan bagi Fazlur Rahman adalah pokok utama yang harus dikedepankan dalam semua bentuk pembaharuaan Islam. Model pendidikan ini cukup mampu menjembatani ketertinggalan dinamika pemikiran Islam atau kekurangan pola pikir masyarakat muslim. Dalam modernisme Islam hal yang paling urgen untuk didahulukan adalah pendidikan. Pembaharuan pendidikan merupakan jalan keluar bagi Islam untuk untuk bisa lepas dari jurang kemiskinan. Masalah – masalah yang dihadapi manusia pada umumnya berkutat pada hal pribadi maupun sosial maka dengan pembaharuan diharapkan akan bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.
Model pemikirian neomodernisme yang digagas oleh Fazlur Rahman kelihatannya sangat ekstrim sehingga dinegaranya sendiri dia dianggap oleh para ulama tradisional terlalu condong ke barat dan ingkar terhadap Al Quran. Hingga muncullah demo besar-besaran yang mengakibatan Fazlur mengundurkan diri dari jabatannya (Direktur advuisori council of isamic ideology) dan memilih tinggal di Amerika. Hingga akhirnya dia wafat pada tanggal 26 Juli 1988.Akan tetapi pemikiran – pemikiran beliau tentang modernisme Islam sangat besar terutama di Amerika tentang wacana Islam modern.
Beberapa hal yang dianggap sangat berkontribusi untuk kemajuan modernisme  antara lain: Pertama, Fazlur rahman mampu mengkolabarasikan mengenai tradisionalisme islam sunni, modernisme islam dan scolastisisme barat. Kedua, dalam mencari kebenaran, dia berani berinovasi di antara sikap islam dan sikap barat. Ketiga, ia mengenalkan metodologi yang bersifat interdisipliner. Keempat, dengan sifatnya yang gentle, spirit dan intelektualitasnya yang tajam, ia dan pemikirannya diterima secara luas dalam pengembangan kajian Islam di Amerika Serikat. Kelima, ia telah mewariskan pemikiran-pemikirannya pada murid-muridnya yang tersebar di seluruh Amerika dan Kanada.
Modernsime pendidikan yang berpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunah sangat diharapkan untuk mewujudkan kembali kejayaan Islam dimasa yang akan datang. Ciri pendidikan pada diri Fazlur Rahman, dunia pendidikan harus berkiblat pada Al Qur’an dan Sunah sehingga akan terbentuk karakter pribadi muslim yang berpegang teguh pada nilai – nilai ajaran Allah. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan Islam untuk mewujudkan masyarakat yang beradab dan  taat menjalankan perintah Allah.
Diterangkan dalam buku ini latar belakang sejarah perkembangan pembaharuan Islam, yang menurut Fazlur Rahaman sendiri terbagi  menjadi empat tipologi gerakan, yakni: revivalisme pra modernis, modernisme, neorevivalisme dan neomodernisme. Serta tujuan dan strategi pendidikan, metode pendidikan, kurikulum pendidikan, hingga implikasi dari neomodernisme dalam pendidikan Islam.
Mengembangkan sikap kritis terhadap Barat maupun terhadap warisan- warisan kesejahteraan, neomodernisme pendidikan sangat diperlukan. Bila kedua hal tersebut tidak dikaji secara obyektif, maka keberhasilannya dalam mengahadapi dunia modern merupakan suatu hal yang absurt, bahwa kelangsungan hidupnya sebagai muslim pun akan sangat meragukaan. Substansi neomodernisme yaitu menjawab tantangan modernisme Barat serta tidak terpengaruh budaya westernisasi..
Pemikiran Fazlur Rahman dalam buku ini merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh si pembaca, karena di dalamnya memuat model modernisme pendidikan Islam. Dengan demikian, pembaca dapat mengetahui sejarah dan implikasi neomodernisme dalam pendidikan Islam. Maka dari itu, buku ini sangat cocok sekali bagi untuk kalangan dunia pendidikan. Namun, di sisi kekurangan pada buku ini, penulis banyak menggunakan bahasa yang terlalu ilmiah yang masih asing ditelinga pembaca pemula sehingga untuk memahaminya perlu penelaahan.              .
Meski demikian buku ini tetaplah menarik untuk dibaca. Apalagi jika dijadikan  buku bacaan wajib setiap guru, dosen atau kalangan dunia akademisi. Karena bisa menjawab tantangan dunia pendidikan dijaman modern sekarang ini dan tidak bertentangan dengan Qur’an dan AsSunnah.

Sabtu, 01 Desember 2012

Filosfi Gunungan


Dalam setiap pergelaran wayang kulit selalu ditampilkan gunungan, yang berbentuk persegi lima yang terdapat gambar atau simbol di dalamnya. Gunungan ini biasanya ditampilkan dalam berbagai permainan wayang misalnya dalam wayang purwa, wayang gedog, wayang krucil, wayang golek, wayang suluh dan sebagainya.
Gunungan mempunyai dua jenis yaitu Gunungan Blumbangan (perempuan) dan Gunungan Gapuran (laki-laki). Di balik  gunungan Blumbangan ini dapat kita lihat sunggingan yang menggambarkan api sedang menyala. Ini merupakan candrasengkalan yang berbunyi “geni dadi sucining jagad” yang mempunyai arti 3441 dan apabila dibalik menjadi 1443 tahun Saka. Itu diartikan bahwa gunungan tersebut diciptakan oleh Sunan Kalijaga pada tahun 1443 Saka= 1521 Masehi pada masa pemarintahan Raden Patah. Gunugnan Gapuran (Gerbang) sendiri digunakan pada masa pemerintahan Suushunan Pakubuwono 2, dengan sengkalan ” Gapura lima retuning bumi” 1659 J=1734 M.
Disebut gunungan karena bentuknya seperti gunung yang ujung atasnya meruncing. Gunungan ini dalam legendanya berisi mitos sangkan paraning dumadi, yaitu asal mulanya kehidupan ini dan disebut juga kayon. Kata kayon melambangkan semua kehidupan yang terdapat di dalam jagad raya yang mengalami tiga tingkatan yakni:
Tanam tuwuh (pepohonan) yang terdapat di dalam gunungan, yang orang mengartikan pohon Kalpataru, yang mempunyai makna pohon hidup.
Lukisan hewan yang terdapat di dalam gunungan ini menggambarkan hewan- hewan yang terdapat di tanah Jawa.
Kehidupan manusia yang dulu digambarkan pada kaca pintu gapura pada kayon, sekarang hanya dalam prolog dalang saja.
Kayon atau gunungan yang biasanya diletakkan di tangah kadang disamping itu mempunyai beberapa arti, arti dari diletakkannya gunungan ada 3 yakni:
Dipergunakan dalam pembukaan dan penutupan, seperti halnya layar yang dibuka dan ditutup pada pentas sandiwara.
Sebagai tanda untuk pergantian jejeran (adegan/babak).
Digunakan untuk menggambarkan pohon, angin, samudera, gunung, guruh, halilintar, membantu menciptakan efek tertentu (menghilang/berubah bentuk).
Gunungan merupakan simbol kehidupan, jadi setiap gambar yang berada di dalamnya melambangkan seluruh alam raya beserta isinya mulai dari manusia sampai dengan hewan serta hutan dan perlengkapannya. Gunungan dilihat dari segi bentuk segi lima, mempunyai makna bahwa segi lima itu lima waktu yang harus dilakukan oleh agama adapun bentuk gunungan meruncing ke atas itu melambangkan bahwa manusia hidup ini menuju yang di atas yaitu Allah SWT.
Dalam kayon terdapat ukiran-ukiran atau gambar yang diantaranya :
Rumah atau balai yang indah dengan lantai bertingkat tiga melambangkan suatu rumah atau negara yang di dalamnya ada kehidupan yang aman, tenteram dan bahagia.
Dua raksasa kembar lengkap dengan perlengkapan jaga pedang dan tameng. diinterprestasikan bahwa gambar tersebut melambangkan penjaga alam gelap dan terang
Dua naga kembar bersayap dengan dua ekornya habis pada ujung kayon.
Gambar hutan belantara yang suburnya dengan kayu yang besar penuh dengan satwanya.
Gambar ilu-ilu Banaspati melambangkan bahwa hidup di dunia ini banyak godaan, cobaan, tantangan dan mara bahaya yang setiap saat akan mengancam keselamatan manusia.
Pohon besar yang tinggi dibelit ular besar dengan kepala berpaling kekanan.
Dua kepala makara ditengah pohon melambangkan manusia dalam kehidupan sehari mempunyai sifat yang rakus, jahat seperti setan.
Dua ekor kera dan lutung sedang bermain diatas pohon dan dua ekor ayam hutan sedang bertengkar diatas pohon, macan berhadapan dengan banteng.
Menggambarkan tingkah laku manusia.
Kebo = pemalas
Monyet = serakah
Ular = licik
Banteng = lambang roh , anasir tanah , dengan sifat kekuatan nafsuAluamah
Harimau = lambang roh , anasir api dengan sifat kekuatan nafsu amarah, emosional, pemarah
Naga = lambang Roh , anasir air dengan sifat kekuatan nafsu sufiah
Burung Garuda = lambang Roh , anasir udara dengan sifat kekuatan nafsu Muthmainah.
Gambar raksasa digunakan sebagai lambang kawah condrodimuka, adapun bila dihubungkan dengan kehidupan manusia di dunia sebagai lambang atau pesan terhadap kaum yang berbuat dosa akan di masukkan ke dalam neraka yang penuh siksaan.
Gambar samudra dalam gunungan pada wayang kulit melambangkan pikiran
Gambar api merupakan simbol kebutuhan manusia yang mendasar karena dalam kehidupan sehari-hari akan membutuhkannya.
7 anak tangga: berarti tujuan atau PITUtur (pemberitahuan) bahwa kita semua yang bernama hidup pasti mati ” kullu nasi dha ikhotul maut “.
Gerbang/pintu selo manangkep: pintu alam kubur yang kita tuju.
Pohon hayat: jalan hidup seseorang yang lurus dan mempunyai 4 anak cabang yang menjadi perlambang nafsu kita dan banyak anak cabangnya.
Sedangkan dari filosofi bentuk adalah : bentuk gunungan sendiri menyerupai serambi bilik kiri yang ada di dalam tubuh kita, itu mungkin mempunyai makna kalau kita harus menjaga apapun yang ada di dalam hati kita hanya kepada sang pencipta. Dan yang lebih hebat lagi adalah dari segi bentuk yang persisi dengan “mustoko” di atas masjid yang ada banyak di negara kita. itu perlambang dari sipembuat untuk kita supaya menjaga hati kita secar lurus (seperti pohon) kepada masjid/agama/tuhan.
Gunungan bisa diartikan lambang Pancer, yaitu jiwa atau sukma, sedang bentuknya yang segitiga mengandung arti bahwa manusia terdiri dari unsure cipta, rasa dan karsa. Sedangkan lambang gambar segi empat lambing sedulur papat dari anasir tanah, api , air, udara.
Gunungan atau kayon merupakan lambang alam bagi wayang, menurut kepercayaan hindu, secara makrokosmos gunungan yang sedang diputar-putar oleh sang dalang, menggambarkan proses bercampurnya benda-benda untuk menjadi satu dan terwujudlah alam beserta isinya. Benda-benda tersebut dinamakan Panca Maha Bhuta, lima zat yakni: Banu (sinar-udara-setan), Bani (Brahma-api), Banyu (air), Bayu (angin), dan Bantala (bumi-tanah).
Makara yang terdapat dalam pohon Kalpataru dalam gunungan tersebut berarti Brahma mula, yang bermakna bahwa benih hidup dari Brahma. Lukisan bunga teratai yang terdapat pada umpak (pondasi tiang) gapura, mempunyai arti wadah (tempat) kehidupan dari Sang hyang Wisnu, yakni tempat pertumbuhan hidup.
Berkumpulnya Brahma mula dengan Padma mula kemudian menjadi satu dengan empat unsur, yaitu sarinya api yang dilukiskan sebagai halilintar, sarinya bumi yang dilukiskan dengan tanah di bawah gapura, dan sarinya air yang digambarkan dengan atap gapura yang menggambarkan air berombak.
Dari kelima zat tersebut bercampur menjadi satu dan terwujudlah badan kasar manusia yang terdiri dari Bani, Banyu, Bayu, dan Bantala, sedang Banu merupakan zat makanan utamanya.
Jawa memang menyimpan berbagai macam budaya yang beragam dan menyimpan berbagai makna yang terkandung dalam setiap itemnya, bahkan secara tidak  kita sadari sesuatu yang kita pegang sekarangpun itu juga mengandung makna filosofis yang sangat besar jika kita mau mangkaji lebih dalam.
Dengan gambaran di atas saya sedikit banyak mengetahui tantang apa makna filosofis dari gunungan yang terdapat dalam pewayangan. Dari segi bentuk maupun nilai yang terkandung dalam wayang dan dari gambar yang ada di dalamnya. Kapan dan siapa yang menciptakan gunungan tersebut, fungsi dari gunungan dalam permainan wayang.
Dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia mari kita lestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia. Jangan ada lagi kekerasan dalam mengatasi masalah, kita sebagai Bangsa yang berbudi luhur seharusnya dapat menjadi contoh bagi Negara lain. Kalau bukan kita sebagai anak bangsa siapa lagi?
Semua yang ada di Indonesia aku suka. Negara yang kaya akan budaya, orang-orang yang ramah, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, lingkungan yang asri, sejuk, indah yang tentunya tak kalah dengan luar negri, tak perlulah aku keliling DUNIA (kata Gita Gutawa) I LOVE INDONESIA…
Dari uraian di atas, bagi saya pribadi mempelajari ilmu filsafat mampu membuat saya lebih bijak dalam memandang segala sesuatu yang ada di dunia ini tanpa melepaskan kaidah-kaidah ke-islaman yang ada untuk menjadi orang yang lebih arif dalam memaknai dan menjalani hidup ini. Selain itu setelah belajar filsafat, saya jadi tahu bahwasanya segala sesuatu yang ada di dunia ini akan selalu berhubungan meskipun dalam wujud yang berbeda akan tetapi kesemuanya itu jika kita mau menggali lebih dalam maka semuanya akan kembali pada satu sumber yaitu Alloh SWT.

Sabtu, 17 November 2012

Laporan Praktikum Paired&Anova




LAPORAN PRAKTIKUM
PAIRED SAMPLE T-TEST DAN ONE WAY ANOVA
Mata Kuliah Pemrograman Komputer 2
Dosen Pengampu : Ahmad Aunur Rohman, S.Pd.I, M.Pd.

iain-walisongo1.jpg










Disusun Oleh :
NUR LATIF BURHANUDIN              NIM : 113511087


 

PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS : TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) WALISONGO
SEMARANG
2012
Nama                 : Nur Latif Burhanudin
NIM                  : 113511087
Kelas                 : PM 3
Hari/ Tanggal    : Ahad 11Nopember 2012
LAPORAN
PRAKTIKUM 6
PAIRED SAMPLE T TEST
1.        MASALAH
Akan diuji apakah rata – rata nilai mid semester dengan nilai ulangan harian siswa kelas IX A adalah identik
2.        TUJUAN
Untuk mengetahui apakah rata – rata nilai mid semester dengan nilai ulangan harian siswa kelas IX A adalah identik
3.        DATA
Data nilai mid semester dan nilai rata – rata ulangan harian matematika kelas IX A.
NO
MID
ULANGAN
1
70
72
2
74
73
3
72
70
4
58
65
5
80
90
6
76
95
7
78
75
8
78
80
9
80
95
10
78
85
11
70
65
12
74
67
13
66
67
14
76
82
15
72
60
16
72
67
17
80
78
18
72
56
19
85
95
20
85
78
21
72
83
22
74
85
23
80
88
24
50
63
25
80
87
26
78
62
27
80
87
28
80
93
29
76
92
30
80
82

4.        HIPOTESIS
H0 : rata – rata nilai mid dan nilai ulangan adalah identik
H1: rata – rata nilai mid dan nilai ulangan adalah tidak identik
5.        DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
a.       Berdasarkan perbandingan t_tabel dengan t_hitung
H0 diterima, jika -t_tabel < t_hitung< t_tabel
H0 ditolak, jika  t_hitung <  - t_tabel atau  t_hitung >  t_tabel
b.      Berdasarkan nilai signifikasi ( probabilitas )
H0 diterima, jika nilai Sig > 0,05
H0 ditolak, jika nilai Sig < 0,05
6.        PERHITUNGAN DENGAN TABEL
a.       T_tabel dihitung dengan :
Ø  Derajat Kebebasan (df) = 30 – 1 = 29
Ø  Tingkat signifikasi ( α ) = 0,05
Sehingga t_tabel = tinv ( 0,05;29 ) = 2,045
b.      T_hitung bisa dilihat dari hasil output  SPSS
7.        PERHITUNGAN DENGAN SPSS
Langkah – langkahnya sebagai berikut :
a.       Buka file nilai mid dan ulangan
b.      Pilih menu Analyze         Compare Means        Paired Sample T test
c.       Klik variabel Mid dan Ulangan, kemudian masukan ke kotak isian Paired Variabels.
d.      Klik OK untuk mengakhiri perhitungan.
8.        HASIL DAN ANALISIS

Paired Samples Statistics


Mean
N
Std. Deviation
Std. Error Mean
Pair 1
nilai mid tes matematika siswa
74.87
30
7.267
1.327
nilai ulangan harian matematika siswa
77.90
30
11.710
2.138
Dari tabel Paired Samples Statistics, terlihat bahwa rata – rata nilai mid test = 74,87 sedangkan rata – rata nilai ulangan = 77,90.

Paired Samples Correlations


N
Correlation
Sig.
Pair 1
nilai mid tes matematika siswa & nilai ulangan harian matematika siswa
30
.614
.000
Pada bagian Paired Samples Correlations, dapat dilihat bahwa angka korelasi antara kedua variabel adalah 0,614 dengan Sig. = 0.000
Paired Samples Test


Paired Differences
t
df
Sig. (2-tailed)


Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference


Lower
Upper
Pair 1
nilai mid tes matematika siswa - nilai ulangan harian matematika siswa
-3.033
9.242
1.687
-6.484
.418
-1.798
29
.083

Pada Paired Samples Test , dapat dilihat bahwa :
t_ hitung = -1,798 dengan Sig. = 0,083


9.        KEPUTUSAN
a.       Berdasarkan perbandingan t_tabel dengan t_hitung :
Karena t_tabel = 2,045 dan t_hitung -1,798 ,
maka -t_tabel < t_hitung<t_tabel sehingga H0 diterima
b.      Berdasarkan nilai signifikasi:
Karena nilai Sig. = 0,083 dan tingkat kepercayaan 95%, maka berarti Sign. > 0,05 , sehingga H0 diterima
10.    KESIMPULAN
Karena keputusannya adalah H0 diterima, maka kesimpulannya adalah rata – rata nilai mid dan nilai ulangan harian adalah identik.



                                                                 Semarang, 11 Nopember 2012



                                                                 Nur Latif Burhanudin
                                                                 NIM : 113511087












Nama                 : Nur Latif Burhanudin
NIM                  : 113511087
Kelas                 : PM 3
Hari/ Tanggal    : Ahad 11Nopember 2012
LAPORAN
PRAKTIKUM 7
ONE WAY ANOVA
1.    MASALAH
Akan diuji apakah rata – rata nilai mid semester ketiga kelas adalah identik

2.        TUJUAN
Untuk mengetahui apakah rata – rata nilai mid semester ketiga kelas adalah identik

3.        DATA
Data nilai mid semester kelas VIII.
NO
VIII A
VIII B
VIII C
1
76
78
72
2
86
80
74
3
75
60
64
4
82
74
70
5
78
76
76
6
56
80
70
7
90
80
78
8
78
80
78
9
74
64
80
10
70
56
78
11
68
76
68
12
64
82
74
13
70
80
66
14
60
70
80
15
74
80
72
16
74
58
58
17
64
78
75
18
80
72
72
19
80
68
90
20
74
76
80
21
80
82
72
22
74
68
70
23
90
90
80
24
56
72
70
25
86
72
80
26
90
90
78
27
76
76
90
28
70
80
80
29
86
60
50
30


76

4.        HIPOTESIS
a.      Hipotesis Varians ( untuk mengetahui apakah varians ketiga kelompok identik atau tidak )
H0 : σ² = σ2² = σ3² (varians ketiga kelompok adalah identik )
H1 : salah satu varians kelompok tidak identik/ berbeda
b.      Hipotesis rata – rata ( untuk mengetahui apakah rata – rata ketiga kelompok identik atau tidak )
H0 : µ = µ2 = µ3 (rata – rata nilai ketiga kelompok adalah identik )
H1 : salah satu rata – rata nilai ketiga kelompok adalah tidak identik/ berbeda

5.        DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
a.       Hipotesis Varians
Berdasarkan nilai signifikasi ( probabilitas )
H0 diterima, jika nilai Sig > 0,05
H0 ditolak, jika nilai Sig < 0,05
b.      Berdasarkan rata – rata
1.      Berdasarkan perbandingan F_tabel dan F_hitung
H0 diterima, jika F_tabel > F_hitung
H0 ditolak, jika F_tabel < F_hitung
2.      Berdasarkan nilai signifikasi ( probabilitas )
H0 diterima, jika nilai Sig > 0,05
H0 ditolak, jika nilai Sig < 0,05
6.        PERHITUNGAN DENGAN TABEL ( untuk hipotesis rata – rata )
a.       F_tabel dihitung dengan :
Ø  Tingkat signifikasi (α ) = 0,05
Ø  Numerator = jumlah variabel – 1 = 3 – 1 = 2
Ø  Denumerator = jumlah data – jumlah variabel = 88 – 3 = 85
Sehingga F_tabel = FINV ( 0,05;2;85 ) = 3,104
b.      T_hitung bisa dilihat dari hasil output  SPSS

7.        PERHITUNGAN DENGAN SPSS
Langkah – langkahnya sebagai berikut :
a.       Buka file nilai mid kelas VIII
b.      Pilih menu Analyze         Compare Means        One Way ANOVA
c.       Pada kotak isian Dependent List ,masukan variabel nilai
d.      Pada kotak isian factor ,masukan variabel kelas
e.       Klik tombol Option
-          Pada menu statistic pilih Descriptive dan Homogenity of varians.
-          Pada menu Missing Values , pilih Exclude cases analysis by analysis.
-          Klik Continue untuk mengakhiri pengisian Option.
f.       Klik tombol Post Hoc
-          Pada menu Equal Variances Assumed pilih LSD
-          Pada menu Equal Variances Not Assumed pilih Tamhane’s T2
-          Klik Continue untuk mengakhiri pengisian Post Hoc
g.      Klik OK untuk mengakhiri perhitungan dan outputnya dapat dilihat

8.        HASIL 1 DAN ANALISIS
a.       Dari tabel descriptive, dapat dilihat bahwa rata – rata nilai mid ketiga kelas adalah sebagai berikut :
VIII A =  75,21 dengan standar deviasi = 9,447
VIII B =  74,41 dengan standar deviasi = 8,675
VIII C =  74,03 dengan standar deviasi = 8,122
Descriptives
Nilai Mid









N
Mean
Std. Deviation
Std. Error
95% Confidence Interval for Mean
Minimum
Maximum

Lower Bound
Upper Bound
Kelas VIII A
29
75.21
9.447
1.754
71.61
78.80
56
90
Kelas VIII B
29
74.41
8.675
1.611
71.11
77.71
56
90
Kelas VIII C
30
74.03
8.122
1.483
71.00
77.07
50
90
Total
88
74.55
8.670
.924
72.71
76.38
50
90

b.      Dari tabel Test of Homogenity of Variances , diperoleh nilai Levene Test = 0,460   dengan nilai Sig.  = 0,633

Test of Homogeneity of Variances
Nilai Mid



Levene Statistic
df1
df2
Sig.
.460
2
85
.633

9.        KEPUTUSAN 1
Berdasarkan nilai signifikasi, diperoleh nilai Sig = 0,633 dan tingkat kepercayaan 95%. Hal ini berarti Sig. > 0,05 sehingga H0 diterima

10.    KESIMPULAN 1
Karena keputusannya adalah H0 diterima, maka kesimpulannya adalah varians ketiga kelompok ( kelas ) adalah identik.

Kesimpulan bahwa varians ketiga kelompok sama menunjukan bahwa nantinya dalam post hoc pilih LSD pada menu Equal variances assumed.
11.    HASIL 2 DAN ANALISIS
a.       Dari tabel ANOVA, dapat dilihat bahwa F_hitung = 0,137 dengan nilai Sig. = 0,872

ANOVA
Nilai Mid






Sum of Squares
Df
Mean Square
F
Sig.
Between Groups
21.058
2
10.529
.137
.872
Within Groups
6518.760
85
76.691


Total
6539.818
87




b.      Dari tabel Post Hoc. Dapat dilihat bahwa :
Nilai signifikasi pada kolom Sig. Kelas VIII A terhadap Kelas VIII B, kelas VIII A terhadap kelas VIII C maupun kelas VIII B terhadap kelas VIII C menunjukan Sig. > 0,05

Multiple Comparisons
Dependent Variable:Nilai Mid






(I) Kelas
(J) Kelas
Mean Difference (I-J)
Std. Error
Sig.
95% Confidence Interval

Lower Bound
Upper Bound
LSD
Kelas VIII A
Kelas VIII B
.793
2.300
.731
-3.78
5.37
Kelas VIII C
1.174
2.281
.608
-3.36
5.71
Kelas VIII B
Kelas VIII A
-.793
2.300
.731
-5.37
3.78
Kelas VIII C
.380
2.281
.868
-4.15
4.91
Kelas VIII C
Kelas VIII A
-1.174
2.281
.608
-5.71
3.36
Kelas VIII B
-.380
2.281
.868
-4.91
4.15
Tamhane
Kelas VIII A
Kelas VIII B
.793
2.382
.983
-5.07
6.66
Kelas VIII C
1.174
2.297
.941
-4.48
6.83
Kelas VIII B
Kelas VIII A
-.793
2.382
.983
-6.66
5.07
Kelas VIII C
.380
2.189
.997
-5.01
5.77
Kelas VIII C
Kelas VIII A
-1.174
2.297
.941
-6.83
4.48
Kelas VIII B
-.380
2.189
.997
-5.77
5.01


12.    KEPUTUSAN 2
a.      Berdasarkan perbandingan F_tabel dengan F_hitung
Karena F_tabel = 3,104 dan F_hitung = 0,137 , maka berarti
F_tabel > F_hitung sehingga H0 diterima
b.      Berdasarkan nilai signifikansi ( probabilitas )
Karena nilai Sig. = 0,872 dan tingkat kepercayaan 95% , hal ini berarti Sig. > 0,05 sehingga H0 diterima.

13.    KESIMPULAN 2
Karena keputusan H0 diterima, maka kesimpulannya adalah :
Rata – rata nilai mid semester ketiga kelompok ( kelas ) eksperimen adalah identik. Artinya rata – rata nilai mid pada kelas VIII A, VIII B, maupun VIIIC adalah identik atau sama.



                                                                 Semarang, 11 Nopember 2012



                                                                 Nur Latif Burhanudin
                                                                 NIM : 113511087